Senin, 15 Februari 2016

Masih pada tulisan 6 Januari 2015
Dikutip dari blog nurulthaharasalam.blogspot.com

Catatan kehidupan sahabatku

"perjalan hidup, winda sari"


Aku terinspirasi kepada kisah perjalanan hidup sahabatku yang penuh dengan liku-liku.
Tapi karena ia tegar sehingga ia mampu melewati masalah dan cobaan yang senantiasa menghampirinya.

Namanya winda sari, dia terlahir di kampung yang sederhana yakni Morowali, Sulawesi tengah. Di sana studinya hanya sampai SMP, kemudian ia melnjutkannya di sini,di tempat kami di Sulawesi Selatan. Entah kenapa dia jauh-jauh sekolah di sini. Ia tinggal bersama saudara ibunya. entah dia di sana di manja atau tidak kami belum tahu pasti, karena terkadang ia diberi kebebasan dan terkadang juga ia kena marah.

Ayahnya meninggal ketika ia masih kecil. sadisnya ayahnya itu meninggal karena di bunuh dan entah siapa yang melakukannya. hingga sekarang winda hanya bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dan ayah tiri. Winda masih selalu terpuruk jika perlahan ia meneteskan air matanya saat mengingat ayahnya. seolah airmata itu menandakan bahwa ia ingin sekali merasakan kembali kasih sayang seorang ayah. Namun ia hadapi itu semua dengan tegar.

Karakternya dia itu kadang manja. kalau lagi rindu sama ayahnya ia kadang menyanyikan sebuah lagu tentang ayah. Tapi uniknya juga, setiap kali ia bercerita ia juga merindukan belaian kasih sayang ibunya yang tlah lama tidak ia rasakan. Sosok winda itu tersembunyi, seperti halnya misterius. saat ia menangis ia masih sempatnya menyembunyikan tangisnya itu.

Sekarang, dia tidak lagi berada diantara kami. kembali ia merasakan kebersamaan dengan keluarga yang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar