Senin, 15 Februari 2016

Just Friendship ~




Awalnya kita tak saling mengenal dan sekarang aku tlah mengenalmu, tak lama butuh waktu saling mengerti dan ternyata aku nyaman denganmu. . .
            Adakah yang lebih indah dari sebuah persahabatan, membawa titik-titik cerita yang bahkan tak akan pernah hilang sekalipun itu akan menjadi abu. Ini cerita tentang kita, tentang aku dan mereka. Ya, kita berempat. Realitanya tuhan memang selalu memberikan banyak cerita yang berbeda dan berganti tanpa kita minta. Seperti itulah kita sekarang. Apa yang hendak kita pertanggung jawabkan, ataukah ada yang harus kita pertanggungjawabkan? Ketika seorang sahabat mencintai sahabatnya, apakah hal itu wajar? Akankah ia mengubah kisahnya untuk menaruh kisah yang baru yang bahkan akan mampu membuatnya bahagia. Terlantun dari benaknya, mungkin mencintai seorang sahabat itu tidaklah wajar. Tak ada yang tau kapan dan kepada siapa perasaan itu muncul. Namun, ketidakpastian bisa saja mengubah semuanya.
            Ini diriku, diriku apa adanya, diriku yang tidak sempurna, namun memiliki kisah persahabatan yang sempurna. Aku, fida, andika, dan asri. Entah bagaimana keterpurukanku mereka bangkitkan. Semuanya terasa tiba-tiba tanpa terucap kata sahabat awalnya. Hanya deraian ketulusan dan kata cinta hingga itu mengubah menjadi persahabatan.
            Berbicara status, setiap orang pasti ingin memiliki kisah cinta yang indah. Sama halnya kita berempat, tak ada yang tau tentang semua itu. Ketika sebuah nama yang sempat terhapus dan tergantikan, disaat itu aku mengerti, diantara pilihan didunia ada yang mampu yang mengajarkanku seperti apa kehidupan sesungguhnya.
Bertahun-tahun lamanya kita jalani berempat. Semenjak SRF yang dulunya aku,fida,dan yang lainnya berusaha mempertahankan, hanya penuh kesia-siaan. Hingga mereka berdua muncul, andika dan asri yang membawa cerita baru untuk aku dan fida. Disinilah cerita itu dimulai, disaat seorang Asri entah bagaimana ia mengucapkan kata cinta untukku. Hal yang tidak pernah ku duga. Hanya saja hal itu tak terlalu ku fikirkan, sebab aku tau kata cinta itu hanya sebatas sahabat dan memang hanya sahabat. Berbeda dengan andika, yang berusaha menyimpan perasaannya untuk fida. Terlalu bodoh memang, tapi bukankah hal itu memang sepatutnya dilakukan, setidaknya berkorban perasaan untuk sahabat juga merupakan bukti kesetiaan. Hingga sekarang, pertanyaan yang terus melayang dipikiranku ketika melihat dua sahabatku ini. Kenapa mereka belum jadian juga?. Tuhan mungkin masih membiarkan kita berempat menjalin kisah yang lebih sempurna, kisah persahabatan.
Salahkah seorang sahabat mengungkapkan cinta kepada sahabatnya? Salahkah seorang sahabat memendam cinta untuk sahabatnya? Egokah seorang sahabat ketika ia ingin memiliki hati sahabatnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar