Awalnya kita tak
saling mengenal dan sekarang aku tlah mengenalmu, tak lama butuh waktu saling
mengerti dan ternyata aku nyaman denganmu. . .
Adakah yang lebih indah dari sebuah
persahabatan, membawa titik-titik cerita yang bahkan tak akan pernah hilang
sekalipun itu akan menjadi abu. Ini cerita tentang kita, tentang aku dan
mereka. Ya, kita berempat. Realitanya tuhan memang selalu memberikan banyak
cerita yang berbeda dan berganti tanpa kita minta. Seperti itulah kita
sekarang. Apa yang hendak kita pertanggung jawabkan, ataukah ada yang harus
kita pertanggungjawabkan? Ketika seorang sahabat mencintai sahabatnya, apakah
hal itu wajar? Akankah ia mengubah kisahnya untuk menaruh kisah yang baru yang
bahkan akan mampu membuatnya bahagia. Terlantun dari benaknya, mungkin
mencintai seorang sahabat itu tidaklah wajar. Tak ada yang tau kapan dan kepada
siapa perasaan itu muncul. Namun, ketidakpastian bisa saja mengubah semuanya.
Ini diriku, diriku apa adanya,
diriku yang tidak sempurna, namun memiliki kisah persahabatan yang sempurna. Aku,
fida, andika, dan asri. Entah bagaimana keterpurukanku mereka bangkitkan.
Semuanya terasa tiba-tiba tanpa terucap kata sahabat awalnya. Hanya deraian
ketulusan dan kata cinta hingga itu mengubah menjadi persahabatan.
Berbicara status, setiap orang pasti
ingin memiliki kisah cinta yang indah. Sama halnya kita berempat, tak ada yang
tau tentang semua itu. Ketika sebuah nama yang sempat terhapus dan tergantikan,
disaat itu aku mengerti, diantara pilihan didunia ada yang mampu yang
mengajarkanku seperti apa kehidupan sesungguhnya.
Bertahun-tahun lamanya kita jalani berempat.
Semenjak SRF yang dulunya aku,fida,dan yang lainnya berusaha mempertahankan,
hanya penuh kesia-siaan. Hingga mereka berdua muncul, andika dan asri yang
membawa cerita baru untuk aku dan fida. Disinilah cerita itu dimulai, disaat
seorang Asri entah bagaimana ia mengucapkan kata cinta untukku. Hal yang tidak
pernah ku duga. Hanya saja hal itu tak terlalu ku fikirkan, sebab aku tau kata
cinta itu hanya sebatas sahabat dan memang hanya sahabat. Berbeda dengan
andika, yang berusaha menyimpan perasaannya untuk fida. Terlalu bodoh memang,
tapi bukankah hal itu memang sepatutnya dilakukan, setidaknya berkorban
perasaan untuk sahabat juga merupakan bukti kesetiaan. Hingga sekarang,
pertanyaan yang terus melayang dipikiranku ketika melihat dua sahabatku ini.
Kenapa mereka belum jadian juga?. Tuhan mungkin masih membiarkan kita berempat
menjalin kisah yang lebih sempurna, kisah persahabatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar