Senin, 05 Desember 2016

"Dia"

Haii kamu...!
Salah satu kejutan terindah yang kudapati ialah mengenalmu. Sosok pendiam yang tiba-tiba menjadi gila didepanku. Humorismu menutupi tangisku, genggamanmu menuntunku untuk bangkit, ocehanmu yang selalu menegurku, galak tawamu membentuk secuil senyum dibibirku.
Sekarang, tidak lagi..
Seketika semuanya membungkam.
Humoris itu untuk menutupi tangisnya, genggaman itu untuk menuntunnya berjalan.
Aku tau aku tidak berhak untuk itu lagi. Aku tau ada yang lebih bisa membuatmu nyaman, dan itu bukan aku.
Aku tidak lebih dari kata sempurna seperti yang kamu harapkan
Aku bahkan bukan orang yang pantas berada disampingmu
Tolong..biarkan aku tetap berada dibelakang, aku hanya takut jika kamu melangkah untuk sesuatu hal yang salah. Biarkan aku untuk tetap berpura pura tak lagi menyayangimu. Tertawa lepas didepanmu. Dan melihatmu bahagia dengannya yang bukan orang lain bagiku. Mungkin bodoh! Kamu tidak akan pernah tau itu. Ataukah kamu yang memang terlalu pandai memilih, karena itu acuhnya sikapmu berniat agar aku menghapus itu semua. Aku juga manusia, sama sepertimu. Tapi aku perempuan yang tidak akan pernah dimengerti olehmu. Terima kasih untuk perhatian yang bahkan lebih dari seorang sahabat dahulu. Terima kasih untuk lelucon sederhana yang membuatku selalu nyaman bersamamu. Terima kasih untuk waktu yang selalu kau berikan. Terima kasih untuk kesan cinta yang cukup menyakitkan darimu untukku. Perlahan menjadi semakin sakit. Lagi untuk terima kasihku atas bahagia yang kau berikan padanya, seorang sahabat yang menjadi perebut bahagiaku. Tapi setidaknya itu menjadi pelajaran paling berharga untukku. Andaikan dulu kata perkata itu tidak ku utarakan, mungkin tidak akan terjadi hal seperti ini.
Untukmu bahagiaku, titip rindu dariku disini. Yang lepas dari genggaman, yang jauh tertiup angin, yang terbuang dari sayup, melihat sesuatu yang tak lagi sama, sebab genggaman itu tergantikan, posisi itu dilangkahi, mundur dan tak akan maju disampingmu lagi.
Karena lebih dari bahagia yang dirasakan sahabatku, akupun akan bahagia untuk itu. Bahagiakan saja dia, bukan untukku, tapi untuk dirimu dan dirinya..

--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar