Minggu, 08 November 2015

Kisah Putih Abu-Abu


"Sepenggal kisah masa putih abu-abu"

    Semua cerita punya makna. Dibalik makna sebuah cerita pasti ada kenangan. Dan ketika kenangan itu masih tersimpan dan melekat dalam ingatan, tidaklah mudah untuk mengatakan salam perpisahan. Bukanlah hal yang mudah untukku memijakkan kaki ini dengan langkah baru dan ditempat yang baru. Menentukannya, ya lebih tepatnya takdirlah yang membawaku ke sana. 
     "Welcome putih abu-abu" untaian pertama yang menutup kisah putih biruku. Banyak yang mengatakan bahwa masa yang paling indah ialah putih abu-abu. Masa dimana kita akan merasakan hal indah yang sebenarnya. Pernah berpikir bahwa kisah kasih disekolah itu tidak akan pernah terlupakan. 1 tahun yang lalu aku memulai langkah baru ditempat yang baru pula. Dimana saat aku masih dengan lugunya menghadapi senior-seniorku ketika masa orientasi siswa. Harapan orang tua yang membawaku memijakkan kaki disana, sebuah sekolah yang juga pernah menjadi sejarah hidup ayahku. Sekolah yang juga pilihan ibuku , tempat dimana aku emelanjutkan studiku. 
       Tidaklah mudah memaknai awal yang baru. Tentang masa putih abu-abu yang indah.  
Masa dimana kita salingvtertawa, berbagi, memahami, mengejek. Semuanya tersimpan dimemori ingatan masing-masing. Jungkir balik masalah persahabatan serta percintaan yang membuat mereka yang merasakan akan galau setengah mati. Kelas yang seperti pasar. Betapa indahnya jam kosong. Mengolok teman sendiri sebagai sarana hiburan semata. Betapa seringnya kita mengunjungi toilet saat pelajaran. Betapa seribgnya menertawai teman sendiri. Dan banyak lagi hal-hal konyol yang kita lakukan di masa SMA. Teringat jelas dibenakku saat menginjakkan kaki di SMA 1 MANI NGPAJO. Banyak hal indah yang saya rasakan. 
       X-2 ? saya melihat nama ku berada dideratan nama-nama yang berada di kelas itu. saya masuk dengan langkah pasti memamerkan deretan gigi yang berbaris, memerhatikan wajah-wajah asing dikelas itu. yah ini lah kelasku !! kata ku dalam hati saat itu, ku cari tempat duduk dekat jendela agar tak merasa gerah. hanya beberapa hari kami sekelas menjadi akrab, sangat akrab malah. Dan disanalah aku menemukan cerita baru kembali. Berteman bukanlah perkara yang mudah, dimana kita benar-benar harus memilih mana yang baik dan mana yang benar. Banyak hal yang kudapatkan dikelas ini. Bukan hanya teman-teman yang gokil, wali kelas yang baik, juga sahabat-sahabat yang lucu. 
     Kebersamaan. Ya, dimasa ini juga aku menemukan arti kekeluargaan, kebersaaman yang indah, dan persaudaraan. Sejak SD aku mulai mencintai pramuka. Dan karena itulah dari dalam diri aku, kembali mengambil langkah untuh menambah kecintaanku pada pramuka. Sebab, dengan pramuka aku bisa memiliki banyak cerita. Kadang kita menemukan sesuatu hal yang baru dan menganggap itu dunia baru. Kembali aku menemukan keluarga yang baru, keluarga kecil yang membuatku tidaklah hanya menjadi seonggok daging yang tidak berguna, keluarga yang mampu membawaku menjadi sosok yang terus percaya akan sukses, keluarga kecil yang mengukir sejarah indah dihidupku. Cemara scout community. Disanalah kutemukan arti kebersamaan yang sesungguhnya. 
     Perpisahan? Ada yang bisa memaknai? Bagaimana rasanya ketika kita harus merelakan seorang sahabat pergi. Bagaimana mengindahkan kembali sebuah cerita tanpa seorang sahabat. Dimasa ini jugalah aku menemukab arti persahabatan yang sesungguhnya. Namun, dimasa ini juga aku mengerti akan adanya perpisahan. Dimana setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Bukan mengakhiri kisah persahabatan, namun harus belajar menikmati komunikasi bersama sahabat dengan jarak jauh. 
     Beberapa bulan berjalan, dan tidak terasa aku sudah memijakkan kaki dikelas yang baru, tepatnya XI IPA 1. Hal yang tidak ku sangka namaku barada dideretan daftar kelas itu. Dengan suasana yang baru,teman-teman yang baru, juga sahabat baru, tapi sebuah makna kebersamaan masih melekat jelas. banyak yang harus aku hadapi kedepannya, harapan orang tuaku ada padaku. Karena itu, aku akan berusaha menjadi diriku berguna untuk orang disekitarku.
Sepenggal kisah manis kutitip untuk orang yang kusayangi, untuk orang tuaku, untuk guru-guruku, untuk sahabat-sahabatku. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar